Rabu, 19 September 2012

KEBUTUHAN MANUSIA



BAB  I


KEBUTUHAN MANUSIA 

I.  KEBUTUHAN
  
A.  Pengertian kebutuhan manusia
Kabutuhan (needs) adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran.

B.  Jenis-jenis kebutuhan             
     1. Jenis kebutuhan menurut tingkat intensitas
     a. Kebutuhan primer
     b. Kebutuhan sekunder
     c. Kebutuhan tertier

     2. Jenis kebutuhan menurut sifatnya
     a. Kebutuhan jasmani
     b. Kebutuhan rokhani

     3. Jenis kebutuhan menurut Subyek yang membutuhkan
     a. Kebutuhan individu
     b. Kebutuhan umum atau kelompok

     4. Jenis kebutuhan menurut waktunya
     a. Kebutuhan sekarang
     b. Kebutuhan masa akan datang

     5. Jenis kebutuhan  menurut sosial budaya
     a. Kebutuhan sosial
     b. Kebutuhan Psikologi

     6. Kebutuhan menurut wujudnya
     a. Kebutuhan material / berwujud
     b. Kebutuhan immaterial / tidak berwujud

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
     a. Peradaban
     b. Lingkungan
     c. Adat istiadat
     d. Agama dan kepercayaan
     e. Pendidikan
     f. Pekerjaan
     g. Penghasilan
     h. Umur

II. BENDA PEMUAS KEBUTUHAN
  1. Pengertian
    Benda pemuas kebutuhan manusia dapat digolongksn menjadi dua yaitu
    a. Barang adalah segala alat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan   manusia yang berwujut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
    b. Jasa adalah alat yang tidak berwujud tetapi dapat memenuhi kebutuhan manusia

2. Jenis benda pemuas kebutuhan
    a. Menurut  cara memperolehnya
    1) Benda ekonomi
    2) Benda bebas

    b. Menurut tujuan penggunaannya
    1) Benda produksi
    2) Benda konsumsi

    c. Menurut fungsi pemakaian antar benda
    1) Benda komplementer
    2) Benda subtitusi
    3) Benda berperan khusus

    d. Menurut proses produksinya
    1) Barang mentah / bahan baku
    2) Barang setengah jadi
    3) Barang jadi

    e. Menurut fungsinya sebagai penjamin
    1) Benda bergerak
    2) Benda tidak bergerak

    f. Menurut ketahanannya
    1) Benda tidak tahan lama (Underable goods)
    2) Benda tahan lama (Durable goods)
    3) Benda tidak habis pakai (Permanent goods)

    g. Menurut Sifat Industrinya
    1) Industri asli / alami (genetik)
    2) Industri ekstraktif
    3) Industri pabrik, menurut spesifikasinya dibagi menjadi 3 yaitu :
        a) Hasil industri analitik yaitu barang-barang yang dihasilkan dengan cara memproses satu bahan baku menjadi beberapa barang
        b) Hasil industri sintesis yang dihasilkan dengan cara memproses dua atau lebih bahan baku menjadi satu barang tertentu
        c) Hasil industri sintetis yaitu barang yang bersifat tiruan dari barang aslinya
     4) Industri jasa
     5) Industri penyaluran barang

III. SUMBER-SUMBER EKONOMI YANG LANGKA DAN KEBUTUHAN    MANUSIA YANG TIDAK TERBATAS
a.      Pengertian kelangkaan
Isltilah kelangkaan atau scarcity adalah keadaan tidak seimbang atau timpang tindih antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas , dihadapkan pada sarana ekonomi yang terbatas.

b.      Faktor-faktor penyebab kelangkaan
Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kelangkaan antara lain:
1.      Terbatasnya sumber daya alam yang tersedia
2.      Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah dan merubah sumber daya alam yang ada
3.      Keserakahan manusia, mengakibatkan rusaknya barang-barang yang dapat dimanfaatkan
4.      Meningkatnya kebutuhan manusia yang lebih cepat dari kemampuan manusia untuk menghasilkan atau menemukan sumber-sumber baru.

c.       Pengalokasian sumber daya ekonomi
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, barang-barang yang telah disediakan oleh alam pada umumnya harus diolah lebih dahulu menjadi barang lain yang sesuai kebutuhan manusia. Pada hakekatnya setiap menghasilkan barang tertentu perlu berproduksi,untuk itu diperlukan 4 sumber daya yang disebut faktor produksi yaitu:
1.      Sumber daya alam
2.      Sumber daya manusia
3.      Sumber daya modal
4.      Kewirausahaan

IV. MASALAH POKOK EKONOMI
       Masalah pokok yang dihadapi setiap masyarakat dengan sistem perekonomian apapun dalam rangka memenuhi kebutuhan mencakup 3 masalah ekonomi yang sangat mendasar dan saling berkaitan (The three fundamental and interdependent economic problem) yaitu:
  1. What (apa) ?
Barang-barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyaknya
  1. How (bagaimana) ?
Bagaimana cara memproduksi barang-barang tersebut
  1. For Whom (untuk siapa) ?
Untuk merumuskan jawaban daripertanyaan diatas (untuk siapa) perlu sipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Untuk siapa barang –barang diproduksi
Bagaimana cara distribusinya agar barang atau jasa bisa sampai pada pemakainya

V.          BIAYA PELUANG (Opportunity Cost)
      Biaya peluang merupakan pengorbanan yang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah alternatif pilihan keputusan. Munculnya biaya ini dimaksudkan agar ada perencanaan matang dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Biaya peluang dihitung tidak selalu berhubungan dengan uang, bisa berupa waktu, kesmpatan, dan keuntungan dimasa depan. Dalam menghitung biaya peluang juga diperlukan biaya sehari-hari yang dialami oleh seseorang.
      Logika biaya peluang itu sangat berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Seorang yang menghitung biaya peluang juga akan menghitung pula biaya sehari-hari yang dikeluarkan, misalnya, ketika seseorang yang ditawari oleh orang tuanya setelah lulus sekolah untuk melanjutkan sekolah atau menjadi pengusaha.

VI. SISTEM EKONOMI
a.      Sistem Ekonomi Tradisional
Mereka belum menenal teknologi. Semua kegiatan berdasarkan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun, Semua kegiatan ekonomi lebih tertuju untuk mempertahankan hidup.
1.      Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
-          Kegiatan ekonomi hanya mengandalkan sektor pertanian
-          Belum mengenal perdagangan
-          Produsen mengkonsumsi sendiri barang yang diproduksinya
2.      Sisi positif sistem ekonomi tradisional
-          Masyarakat tidak dibebani target
-          Tidak ada persaingan
3.      Sisi negatif sistem ekonomi tradisional
-          Sulit maju, karena perubahan dianggap sesuatu yang tabu
-          Kegiatan ekonomi tidak untuk menambah kesejahteraan
-          Tidak pernah memperhitungkan efektifitas dan efesiensi dalam berproduksi.

b.      Sistem Ekonomi Terpusat
Sistem ini disebut juga sistem komando. Dalamsistem ini jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh pemerintah, karena biasanya faktor-faktornproduksidimiliki oleh pemerintah. Pencetus gagasan ini adalah KARL MARK. Meskipun demikian swasta masih diperbolehkan mengelola industri yang tiadak begitu penting,seperti pertokoan dan lain-lain.
1.      Ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat
-          Pemerintah bertanggung jawab terhadap produksi, konsumsi, dan distribusi
-          Faktor produksi serta modal disediakan oleh pemerintah
-          Hak pribadi tidak diakui
-          Pemerintah tidak memberi keleluasaan kepada individu atau masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi
2.      Sisi positif sistem ekonomi terpusat
-          Penentuan dan peleksanaan produksi lebih mudah
-          Pemerataan dan pengedalian harga lebih mudah dilakukan
-          Penangguran dapat dikendalikan

3.      Sisi negatif sistem ekonomi terpusat
-          Karya cipta tidak dihargai, sehingga mematikan kreatifitas
-          Kebutuhan yang komplek menyulitkan pemerintah menghitung berapa kebutuhan dan berapa kebutuhan biaya produksi.
-          Barang yang didistribusikan pemerintah kadang tidak selalu yang dibutuhkan oleh masyarakat.

c.       Sistem Ekonomi Pasar
Pencetus gagasan ini adalah ADAM SMITH. Ia berpendapat bahwa “Kemakmuran bangsa akan terjamin jika setiap orang diberi kebebasan untuk menentukan sendiri apa, berapa, dimana, dan bagaimana melakukan kegiatan ekonomi”. Sistem disebut juga sistem perekonomian liberalis. Jenis barang yang diproduksi  untuk siapa, bagaimana distribusinya ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu hubungan permintaan dan penawaran.
1.      Ciri-ciri sistem ekonomi pasar
-          Hak milik seseorang diakui bahkan diberi kebebasan untuk memiliki barang modal
-          Seluruh aktifitas ekonomi dilaksanakan oleh swasta atau masyarakat
-          Pemerintah tidak campur tangan dalam mekanisme pasar. Namun kenyataannya tidak ada satu negarapun yang tidak campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Hal ini bertujuan agar kesejahteraan umum tetap terjaga
-          Terjadinya persaingan secara bebas.
2.      Sisi positif sistem ekonomi pasar
-          Terjadi tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi karena semua tindakan dilandasi motif ekonomi
-          Kreatifitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi berkembang pesat
-          Barang yang tersedia di pasar bermutu tinggi, yang tidak bermutu tidak bisa diterima
-          Swasta bebas memilih dan memiliki alat produksi.

3.      Sisi negatif sistem ekonomi pasar
-          Terjadinya persaingan yang kurang sehat
-          Pemerataan pendapatan sulit tercapai
-          Terjadinya kecenderungan eksploitasi tenaga kerja dan sumber0sumber ekonomi
-          Monopoli akibat persaingan bebas sangat merugikan masyarakat

d.      Sistem ekonomi campuran
Sistem ini merupakan campuran antara sistem ekonomi terpusat dan sistem pasar, dengan mengambil sisi positifnya saja.  Sistem ini dianut di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia memiliki sistem ekonomi yang khas yang berasal dari kepribadian bangsa Indonesia, yang dikenal dengan sistem ekonomi Pancasila.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran
1.      Merupakan kombinasi antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar
2.      Sumber daya vital dikuasai pemerintah (listrik, air, telekomunikasi, transportasi)
3.      Intervensi pemerintah ditandai dengan adanya Uudan kebijakan ekonomi, sehingga persaingan tidak sehat bisa dihindari.
4.      Terjadinya keseimbangan peran antara pemerintah dan swasta.





BAB. II

KEGIATAN EKONOMI DAN PELAKUNYA

  1. PERILAKU KONSUMEN
  1. Pengertian Konsumsi dankonsumen

            Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa.
            Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut.

            Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi :
    1. Pendapatan
    2. Harga diri
    3. Gaya hidup mewah
    4. Pendapatan yang tinggi dimasa lalu
    5. Pendapatan yang tinggi dimasa akan datang

Tujuan konsumsi secara ekonomi :
1.      Untuk mempengaruhi kebutuhan manusia secara langsung
2.      Untuk menggunakan atau memakai barang dan jasa
3.      Secara tidak langsung menggiatkan kegiatan produksi dan distribusi

  1. Teori Perilaku Konsumen
    1. Perilaku konsumen adalah tingkah laku konsumen dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari
    2. Teori perilaku konsumen
Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh kepuasan terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi, terdapat dua pendekatan teori yaitu :
1)      Pendekatan Kardinal
Teori ini beranggapan bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari kegiatan konsumsi barang dan jasa dapat diukur secara kuantitatif. Artinya, kepuasan dapat diukur dengan angka. Pendekatan ini disebut juga pendekatan utilitas. Pendekatan ini beranggapan bahwa  :
-          Tingkat utilitas seseorang merupakan fungsi dari kuantitas barang yang dikonsumsi artinya tingkat kepuasan total yang diperoleh konsumen dipengaruhi oleh jumlah berbagai barang yang dikonsumsi. Hal ini sesuai dengan hukum Gossen,bahwa tingkat kepuasan konsumen dipengaruhi oleh jumlah dan variasi barang yang dkonsumsi.
-          Konsumen akan memaksimalkan kepuasannya sesuai dengan anggaran yang dimilikinya.
-          Tingkat kepuasan konsumen dapat diukur secara kuantitatif.
-          Tambahan kepuasan dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun.
Pendekatan kardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility. Dalam bab ini kita akan membahas hasil penelitihan Hermann Heinrich Gossen mengenai nilai guna total (total utility) dan nilai guna marginal (marginalutility yang terkandung dalam hukum Gossen I dan hukum Gossen II.

HUKUM GOSSEN I
Bunyi hukum Gossen I “ Jika seseorang berusaha memenuhi kebutuhannya hanya dengan satu macam saja hingga titik puncak kepuasannya maka nilainya akan semakin berkurang”
HUKUM GOSSEN II
Bunyi hukum Gssen II “Jika seseorng berusaha memenuhi kebutuhannya dengan bermaca-macam barang, maka nilainya sama”.
2). Pendekatan Ordinal (Pendekatan Indeferens)
     Pendekatan ordinak menggunakan pengukuran ordinal (bertingkat) untuk menganalisa kepuasan konsumen. Artinya kepuasan yang tidak dapat diukur dengan angka tetapu diukur dengan peringkat misalnya tidak puas, puas, sangat puas dan seterusnya. Ciri pendekatan ordinal ini antara lain :
-          Konsumen mampu membuat peringkat kepuasan terhadap barang. Misalnya minum es jus lebih puas dari pada minum es teh
-          Peringkat tersebut bersifat transitif artinya jika es jus lebih memuaskan dari pada es teh, sedangkan es teh lebih memuaskan sari pada es jeruk, jadi es jus lebih memuaskan dari pada es jeruk,bukan sebaliknya.
-          Konsumen akan selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak, karena konsumen tidak pernah terpuaskan.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
    1. Pendapatan
    2. Harga barang dan jasa
    3. Adat istiadat dan
    4. Barang substitusi
    5. Jumlah penduduk
    6. Banyaknya barang konsumsi yang tahan lama
    7. Adanya dugaan perubahan harga

  1. Nilai suatu barang
    1. Nilai pakai
    2. Nilai tukar

B.  PERILAKU PRODUSEN
      a. Arti dan tujuan produksi
       1)  Arti Produksi
             -    Secara umum produksi adalah mengolah bahan mentah atau setengah jadi menjadi    barang jadi
             -    Secara ekonomi produksi adalah setiap perbuatan manusia untuk menambah guna ekonomi suatu barang atau jasa.

2)      Tujuan produksi
a.       Untuk menghasilkan barang/jasa yang dibutuhkan rumah tangga keluarga atau rumah tangga produksi
b.      Untuk mengganti barang yang rusak atau habis
c.       Untuk memenuhi pasar Internasional
d.      Untuk mendapatkan keuntungan
e.       Untuk meningkatkan kemakmuran

3)      Jenis-jenis Bidang Produksi
     Kegiatan produksi dapat dibedakan menjadi 5 jenis bidang usaha, yaitu :
a.       Bidang ekstratif
b.      Bidang agraris
c.       Bidang industri
d.      Bidang perdagangan
e.       Bidang jasa

4)      Tingkat Produksi
Ada 3 tingkatan produksi yaitu :
a.       Tingkat produksi tradisional / primitif
b.      Tingkat produksi sederhana / madya
c.       Tingkat produksi tinggi / maju

         5)   Faktor-faktor Produksi
        Ada 2 faktor produksi
        a.  Faktor produksi asli
                      -  Alam (Natural resources)
                      -  Tenaga kerja (labour)
                 b.  Faktor poduksi turunan
                       -  Modal (Capital)
                       -  Kewirausahaan (skill)

           6)   Peningkatan Jumlah dan Mutu Hasil Produksi
              Meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain :
a.       Ekstensifikasi yaitu menambah faktor-faktor produksi
b.      Intensifikasi yaitu meningkatkan kemampuan produksi tiap-tiap faktor produksi
c.       Diversifikasi yaitu menambah jenis-jenis produksi
d.      Spesialisasi yaitu mengadakan pembagian kerja.

b.  Fungsi Produksi                            
     Fungsi produksi yaitu hubungan antara jumlah faktor produksi yang digunakan dengan jumlah hasil produksi dalam kurun waktu tertentu. Hasil produksi yang dihasilkan tergantung pada :
  1. Banyaknya faktor produksi yang digunakan
  2. Teknik produksi yang dipergunakan

Fungsi produksi dibedakan menjadi :
  1. Pertambahan jumlah biaya produksi sama dengan pertambahan jumlah hasil produksi
  2. Pertambahan jumlah biaya produksi lebih besar dari pertambahan jumlah hasil produksi
  3. Pertambahan jumlah biaya produksi lebih kecil dari pertambahan jumlah hasil produksi

c.   Perilaku Produsen dan Teori Perilaku Produsen
      1.  Perilaku
           Adalah tingkah laku produsen dalam menghasilkan barang atau jasa
      2.  Teori Perilaku Produsen
            Salah satu teori produksi yang dikenal dalam ekonomi adalah : “ HUKUM HASIL LEBIH YANG MAKIN BERKURANG (The of deminishing return) yang dikemukakan oleh DAVID RICARDO berbunyi :
            “Dengan suatu teknik tertentu maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding”
            Hukum tambahan hasil yang semakin berkurang, lebih tepat berlaku dibidang agraris.





BAB  III

PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI

A.  PRINSIP EKONOMI
1.   Pengertian Prinsip Ekonomi
      Diartikan  dengan tindakan untuk mendapatkan hasil yang maksimum pemanfaatan biaya tertentu.
      Bunyi prinsip ekonomi “mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal”

2.  Politik Ekonomi
     Politik adalah upaya ingin memperbaiki kehidupan masyarakat. Jadi sebenarnya secara murni orang berpolitik tujuannya adalah memperbaiki keadaan.
     Politik ekonomi adalah kebijakan yang dijalankan untuk memperbaiki keburukan ekonomi yang sedang berlangsung. Contohnya untuk memperbaiki inflasi akan melaksanakan politik ekonomi yang disebut politik moneter, dengan jalan :
-          Menaikan diskonto
-          Melaksanakan operasi pasar terbuka
-          Meningkatkan cadangan umum bank-bank komersial.

B,  MOTIF EKONOMI
      1.  Pengertian Motif Ekonomi
           Motif ekonomi adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Motif ekonomi mula-mula adalah dorongan untuk mensejahterakan diri sendiri dan keluarga. Setelah hasyrat diri terpenuhi barulah muncul kehendak mensejahterkan pihak lain, ataupun tetap ada hubungannya dengan yang termotivasi.
a.      Motif Ekonomi Individu
Motif ekonomi individu atau perorangan adalah ingin meningkatkan taraf hidup. Orang yang sudah makmur tetap saja dia ingin membuka usaha baru. Membuka usaha baru ini motifnya adalah perluasan usaha. Orang yang sudah maju perusahaannya, sudah luas kegiatannya, ia tetap memperluas usahanya. Memperluas ini motifnya adalh aktualisasi diri atau harga diri.
            b.  Motif Ekonomi Perusahaan.
                  Perusahaan mempunyai 3 motif ekonomi, yaitu :
1.      Motif mencari keuntungan
2.      Motif memproduksi barang dengan harga murah
3.      Motif menjaga kontinuitas perusahaan


                               ==========xxxxx==========




BAB. IV


PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A.  PERMINTAAN
      1.  Pengertian Permintaan
           Permintaan adalah keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu.
           Ada 3 hal pentinga yang berkaitan dengan konsep permintaan ini antara lain :
a.       Kuantitas yang diminta merupakan kuantitas yang diinginkan.
b.      Keinginan konsumen tersebut disertai oleh kemampuan serta kesediaan untuk membeli. Jadi merupakan permintaan efektif.
c.       Kuantitas yang diminta dinyatakan dalam satuan waktu.

       2.  Hukum Permintaan
            Bunyi hukum permintaan adalah permintaan berbanding terbalik
 dengan harga. Artinya apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang diminta akan menurun, sebaliknya apabila harga suatu barang dan jasa menurun maka kuantitas yang diminta meningkat (ceteris paribus)

       3.  Macam-macam Permintaan
            a.  Permintaan dilihat dari daya beli konsumen
                 1)   Permintaan efektif adalah permintaan konsumen terhadap barang atau    jasa yang disertai dengan daya beli
                  2)  Permintaan potensial adalah permintaan konsumen terhadap barang atau     jasa yang tidak disertai dengan daya beli.

             b.  Permintaan dilihat dari pendapatan
                  1)  Permintaan konsumen, adalah permintaan seluruh anggota masyarakat akan barang  dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
                  2)  Permintaan pengusaha adalah permintaan akan faktor-faktor produksi untuk membuat barang atau jasa.
                  3)  Permintaan Pemerintah adalah permintaan oleh pemerintah untuk pengeluaran belanja pemerintah.
                  4)  Permintaan Luar Negeri adalah permintaan akan barang dan jasa yang datangnya dari luar negeri

d.      Permintaan dilihat dari jumlah permintaannya
1)      Permintaan perseorangan atau individu adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memnuhi kebutuhan hidupnya
2)      Permintaan kolektif atau pasar adalah permintaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat sebagai keseluruhan pada saat yang sama.

4.  Skala Permintaan dan Kurva Permintaan
     Skala permintaan adalah suatu anggapan dasar yang menunjukan jumlah barang yang akan diminta oleh masyarakat pada tingkat harga yang barbeda-beda.
     Kurva permintaan adalah grafikyang menunjukan jumlah barang yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga, dari harga tertinggi sampai harga terendah.
      Contoh
Nomor
Harga barang ( P )
Jumlah Permintaan ( Q )
1.
2.
3.
4.
5.
Rp. 25.000,-
Rp. 22.500,-
Rp. 20.000,-
Rp. 15.000,-
Rp. 10.000,-
1.000 unit
1.500 unit
1.750 unit
2.250 unit
2.500 unit


5.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
     a.  Harga barang itu sendiri
     b.  Harga barang komplementer dan barang substitusi
     c.  Pendapatan
     d.  Selera masyarakat
     e.  Jumlah penduduk
     f.  Perubahan tradisi, mode, dan selera masyarakat
     g.  Perkiraan dan harapan masyarakat
     h.  Hari raya keagamaan
     i.  Kondisi sosial dan ekonomi

B. PENAWARAN
     1.  Pengertian Penawaran
          Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai   tingkat harga dalam suatu pasar waktu tertentu.

     2.  Hukum Penawaran
          Bunyi bukum penawaran adalah penawaran berbanding lurus atau sejajar dengan haraga. Atau apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya apabila harga suatu barang dan jasa turun, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan semakin menurun.

     3.  Macam-macam Penawaran
          a.  Penawaran individu adalah penawaran yang dimiliki oleh seseorang    pengusaha
          b.  Penawaran kolektif adalah keseluruhan penawaran yang terdapat di pasar.

     4.  Skala Penawaran dan Kurva Penawaran
          Skala penawaran adalah daftar jumlah barang yang akan ditawarkan pada   berbagai tingkat harga
          Kurva penawaran adalah grafik yang menunjukan jumlah barang yang ditawarkan pada berbagai harga, mulai harga terendah sampai harga tertinggi
Contoh :

Dari daftar penawaran dibawah ini buatlah kurvanya
Nomor
Harga ( P )
Jumlah Penawaran ( Q )
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Rp. 17.500,-
Rp. 15.000,-
Rp. 14.000,-
Rp. 12.500,-
Rp. 11.000,-
Rp. 10.000,-
5.000 unit
4.500 unit
4.250 unit
3.750 unit
3.500 unit
3.000 unit


5.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran
     a.  Teknologi produksi
     b.  Harapan pedagang terhadap perubahan harga dimasa mendatang
     c.  Kebutuhan pedagang yang sangat mendesak akan uang tunai
     d.  Biaya produksi
     e.  Peningkatan jumlah produsen
     f.  Peristiwa alam
     g.  Harga barang dan jasa barang lain

6.  ELASTISITAS PERMINTAAN
     a.  Pengertian Elastisitas Permintaan
          Elastisitas permintaan adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar  kecilnya jumlah permintaan barang

     b.  Jenis Elastisitas Permintaan
          1.  Permintaan Elastis
            Permintaan disebut elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih besar dari pada satu. Artinya persentase perubahan permintaan lebih besar daripada persentase perubahan harga.

          2.  Permintaan In Elastis
               Permintaan disebut in elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih kecil dari pada satu. Artinya persentase perubahan permintaan lebih kecil dari pada persentase perubahan harga.

          3.  Permintaan Elastis Uniter
               Permintaan disebut elastis uniter apabila persentase perubahan jumlah yang diminta sama dengan persentase perubahan harga.

          4.  Permintaan Elastis sempurna
               Permintaan disebut elastis sempurna apabila koefisien elastisitas permintaannya sama dengan tak terhingga

          5.  Permintaan In Elastis sempurna
               Permintaan disebut elastis sempurna apabila koefisien elastisitas permintaanya adalah nol.


               RUMUS ELASTISITAS PERMINTAAN   =    Ed  =  A Q  X    P
                                                                                                       A P         Q

c.  Faktor-faktor yang mempengaruhi Elastisitas Permintaan
     1.  Kesediaan barang substitusi
     2.  Proporsi pendapatan yang dibelaanjakan untuk suatu barang
     3.  Kategori barang, kebutuhan pokok,atau kebutuhan mewah
     4.  Keragaman penggunakan barang.

7.  ELASTISITAS PENAWARAN
     a.  Pengertian Elastisitas Penawaran
          Elastisitas penawaran adalah sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga.

     b.  Jenis Elastisitas Penawaran
           1.  Penawaran elastis
                Penawaran disebut elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih besar dari pada satu.

           2.  Penawaran in elastis
                Penawaran disebut in elastis apabila koefisien elastisitas penawaran lebih kecil dari pada satu.

           3.  Penawaran elastis uniter
                Pada penawaran yang elastis uniter, persentase perubahan kuantitas yang ditawarkan sama dengan persentase perubahan harga.

           4.  Penawaran elastis sempurna
                Penawaran bersifat elastis sempurna apabila pada harga tertentu , kuantitas yang ditawarkan tak terhingga.

           5.  Penawaran in elastis sempurna
                Pada penawaran elastis sempurna, koefisien elastisnya adalah nol.

     c.  Faktor-faktor yang mempengaruhi Elastisitas penawaran
          1.  Waktu yang dibutuhkan untuk berproduksi
          2.  Daya tahan barang
          3.  Mobilitas faktor produksi
          4.  Kemudahan produsen baru untukmemsuki pasar
     
     RUMUS ELASTISITAS PENAWARAN  =   Es  =    A Q  X   P
                                                                                            A P        Q

C.  HARGA KESEIMBANGAN
      a.  Pengertian Harga Keseimbangan
           adalah  suatu tingkat harga yang pada harga tersebut jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Harga keseimbangan terbentuk dari hasil interaksi antara permintaan dan penawaran. Harga keseombangan ini disebut juga harga ekulibrium

      b.  Pengelompokan Pembeli dan Penjual
           1.  Pengelompokan Pembeli :
                a).  Pembeli Marginal adalah pembeli yang harga taksirannya sama dengan pasar
                b).  Pembeli Super Marginal adalah pembeli yang harga taksirannya melebihi harga pasar
                c).  Pembeli Sub Marginal adalah pembeli yang harga taksirannya dibawah harga pasar.

           2.  Pengelompokan Penjual
                1).  PenjualMarginal adalah penjual yang harga pokoknya sama dengan harga yang ada dipasar.
                2).  Penjual Super Marginal adalah penjual yang harga pokoknya dibawah harga pasar
                3).  Penjual Sub Marginal adalah penjual yang harga pokoknya diatas harga pasar

                                            =======#####=======




BAB. V

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA DAN PASAR PERSAINGAN TIDAK          SEMPURNA

A.  PENGERTIAN PASAR
      Pengertian pasar secara ekonomi adalah pertemuan antara penjual dengan pembeli   dalam memenuhi kebutuhan.
      Pengertian secara umum adalah Suatu tempat tertentu banyak penjual dan banyak pembeli serta banyak barang-barang yang diperlukan umtukmemenuhi kebutuhan.

B.  PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
     1.  Penertian Pasar Persaingan Sempurna
          Yaitu pasar yang terorganisir dengan sempurna. Pasar ini harus
          menggambarkan suatu keadaan dimana penjual dan pembeli tidak dapat        mempengaruhi harga, sehingga harga dipasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran

     2.  Ciri-Ciri Pasar Persaingan sempurna
           a. Terdapat banyak pembeli dan penjual tetapi mereka tidak dapat mempengaruhi harga.
           b. Barang dan jasa yang dijual bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan.
           c. Adanya kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna
           d. Setiap pihak dapat mengetahui keadaan pasar dengan mudah
           e. Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan

     3.  Peran pasar persaingan sempurna bagi masyarakat
            Harga pada pasar persaingan sempurna bersifat datum artinya produsen tidak akan dapat mempengaruhi harga dengan cara menambah atau mengurangi produksi. Oleh karena itu harga yang terbentuk di pasar merupakan suatu batas apakah produsen sudah bekerja efektif dan efisien dalam menekan biaya dan berproduksi secara optimal.  Jadi pasar persaingan sempurna mendidik masyarakat melakukan proses produksi secara efisien, sehingga produk yang sampai kemasyarakat adalah produk dengan mutu terbaik dan harga murah.

     4.  KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
            a. Kebaikan pasar persaingan sempurna
                -  Pasar persaingan sempurna memberikan barang yang harganya logis, sesuai dengan permintaan pasar.
                -  Pasar persaingan sempurna terpacu untuk berproduksi dengan efisien.
                -  Sumber daya produksi bebas keluar atau masuk, sehingga kegiatan ekonomi lebih sehat, dan bargairah.

             b.  Keburukan pasar persaingan sempurna


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar